Beberapa pria memiliki ciri ejakulasi dini memang membuat tekanan batin, namun bukan berarti hidup Anda berakhir. Idealnya, pria membutuhkan proses rangsangan hingga melepaskan sperma atau semen dari organ reproduksi.

Terkadang hal ini berlangsung lebih cepat dari kondisi normal. Tidak akan menjadi masalah jika terjadi sesekali, namun akan berbeda jika sering sekali terjadi. Akan menjadi masalah besar jika diabaikan.

Ciri Ejakulasi Dini, Penyebab, Cara Mengatasi

Gejala ini merupakan salah satu masalah seksual yang sangat sering dikeluhkan oleh para pasien pria. Meskipun berbeda dengan impotensi, gejala ini rata-rata dialami usia 18-59 tahun, berikut penjelasannya.

1. Ciri-ciri

Harvard Health Publishing menyatakan bahwa gejala utamanya berupa ketidakmampuan pria menahan klimaks lebih dari satu menit setelah penetrasi. Umumnya berlangsung hanya 30-60 detik, atau kurang dari 2 menit setelah penetrasi.

Umumnya didiagnosis ketika ejakulasi tidak dapat ditahan selama hubungan seksual atau hampir sepanjang waktu. Hal ini bisa terjadi meski seseorang menerima rangsangan seksual yang minim.

Gejala terjadi hampir sepanjang waktu, tidak hanya saat berhubungan seksual dengan pasangan, tapi juga saat masturbasi. Pria dengan klimaks dini cenderung menghindari keintiman seksual karena merasa frustasi atau tertekan.

Beberapa pria mengalami ini di beberapa titik tetapi dapat klimaks secara normal di waktu-waktu tertentu. Meskipun beberapa ciri ejakulasi dini terjadi, belum pasti bahwa beberapa pria dapat didiagnosis penyakit ini.

2. Penyebab

Faktor psikologis mungkin terlibat dalam kemunculan orgasme dini. Beberapa orang mengalami ini karena depresi, rasa bersalah saat berhubungan, pengalaman seksual dini, citra diri rendah, dan pengalaman kekerasan seksual.

Penderita juga sering mengalami kecemasan yang berkaitan dengan aspek seksual seperti performa seksual atau lainnya. Perasaan khawatir tentang hal ini juga bahkan bisa menyebabkan orgasme dini.

Masalah dalam hubungan dengan pasangan bisa menyebabkan gejala ini. Selain itu, pasien dengan disfungsi ereksi mungkin sulit mencapai atau mempertahankan ereksi, menyebabkan seseorang bisa ejakulasi dengan tergesa-gesa.

3. Cara Mengatasi

Alternatif pengobatan ciri ejakulasi dini paling umum adalah menggunakan teknik perilaku, bimbingan atau konseling, hingga memanfaatkan obat-obatan sesuai petunjuk dokter. Khususnya teknik perilaku diklaim mencapai kesembuhan hingga 90%.

Melakukan teknik perilaku mencakup stop and start, yaitu menghentikan rangsangan selama 30 detik ketika mendekati orgasme. Kemudian rangsangan dapat dimulai kembali ketika perasaan ingin klimaks mulai hilang.

Beberapa orang juga dapat mengakali hal ini dengan mengalihkan perhatian atau memikirkan hal lain ketika berhubungan. Latihan kegel akan sangat membantu mengencangkan atau menguatkan otot dasar panggul.

Menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom akan sangat membantu mengurangi kepekaan atau rangsangan, juga menurunkan risiko penyakit menular seksual. Selain itu, melakukan masturbasi sebelum berhubungan juga dapat membantu.

Ciri ejakulasi dini disebabkan oleh depresi, kecemasan, atau stres. Konseling berarti menemui psikolog untuk menemukan cara yang lebih baik untuk mengurangi kecemasan, mengelola stres, dan menjaga hubungan dengan pasangan.

Konseling bekerja paling baik jika dikombinasikan dengan pengobatan target. Untuk sekarang ini tidak ada obat yang khusus disetujui. Antidepresan, krim atau semprotan anestesi, dan obat disfungsi ereksi biasanya dapat diresepkan.

Beberapa penyakit kronis sangat erat kaitannya dengan disfungsi ereksi dan ejakulasi. Keduanya dipengaruhi oleh sistem saraf dan aliran darah ke penis. Jika tidak diobati, itu mempengaruhi organ reproduksi.

Jika mengalami masalah ejakulasi saat berhubungan seks, temui dokter. Hampir semua pria merasa malu membicarakan kesehatan seksual. Namun, sangat disarankan untuk membicarakan ciri ejakulasi dini dengan staf medis.

Comments are closed.